Negara Virtual


01 October 2018 | Admin | Share :      


Negara Virtual
Tidak mustahil jika suatu saat ada negara virtual, karena dilihat dari sisi kuantitas dan kualitas para pengguna internet sudah berkembang sangat siginfikan. perkembangan teknologi informasi mempengaruhi kecenderungan cara berfikir manusia sehingga mempengaruhi pola dan gaya hidup. Contoh : bertebarannya toko online seperti lazada.co.id, tokpedia.com, olx.com, bukalapak.com, mampu "meruntuhkan" keberadaan mall-mall atau pasar swalayan di kota-kota besar, sehingga pasar swalayan sebesar matahari menutup banyak cabang di seluruh Indonesia karena selalu mengalami kerugian. Investasi di pasar digital pun tidak main-main. lazada dibeli oleh Jack Ma pemilik alibaba.com dengan harga USD 1 miliar.

Dibidang transportasi, keberadaan aplikasi pemesanan online bisa "mengalahkan" keberadaan perusahaan-perusahaan penyedia jasa transportasi yang telah mapan dan telah menguasai jalanan kota-kota besar di Indonesia, seperti taxi Blue Bird dan Express. Jika perusahaan tersebut tidak bisa menyesuaikan metode pelayanan mereka dengan kondisi kekinian, maka tidak menutup kemungkinan perusahaan tersebut akan bangkrut.

Dari segi kuantitas, internet sudah menyebar hingga ke pelososk desa sehingga memungkinkan semua orang bisa terhubung ke internet. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ditahun 2017, pengguna internet telah mencapai 143 juta dari total 260jt penduduk. dan setiap tahunnya para penggunakan terus berkembang, hal ini sejalan dengan perkembangan internet.

Dari segi kualitas, para pengguna internet telah paham seluk beluk internet, misalnya menggunakan berbagai aplikasi berbasis media social seperti facebook, twitter, instagram, youtube untuk upload video, dll... dan lebih "memprihatinkan" adalah para pengguna internet bagaikan hidup di dunia nya sendiri. sekalipun berdekatan secara fisik, tapi arah pikirannya ada di internet. hal ini karena pengaruh/efek internet yang telah membuat para pengguna internet katagihan, seakan-akan hidup dalam alam riil (nyata).

Jadi.. jika dilihat dari dua sisi diatas (kualitas dan kuantitas), maka tidak mustahil negara virtual akan dibangun dimasa depan.

Estonia, salah satu negara Eropa yang merupakan pencetus negara virtual pertama di dunia. di negara tersebut penggunaan sistem digital begitu masif, seperti pelayanan publik telah berbasis digital, pemilu online, catatan kesehatan online, dan pelayanan berbasis digital laiinya.

Jadi Negara virtual di masa depan tidaklah mustahil. So....welcome negara virtual.

Komentar Blog


Form Komentar