Penyebab Perusahaan Bangkrut Di Era Digital


31 January 2019 | Admin | Share :      


Penyebab Perusahaan Bangkrut Di Era Digital

Di Era Digital sekarang ini, banyak perusahaan yang  bangkrut meskipun telah mapan, contohnya nokia di era sebelum kehadiran android, sangatlah berjaya. di tahun 90 an, banyak yang menggunakan kodak untuk foto-foto. sebagian besar orang yang menggunakan kamera untuk foto menggunakan kodak, tapi lihat sekarang, perusahaan nya sudah down karena tidak melakukan inovasi atau tidak beradaptasi dengan perkembangan teknologi. di Indonesia sendiri, banyak perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan, seperti bisnis transportasi dan retail.

Penyebab utama perusahaan-perusahaan tersebut bangkrut adalah karena tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan teknologi.

Ada 3 ciri perusahaan akan bangkrut dimasa depan :


1.  Perusaan Tidak Bisa Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi


Dijaman sekarang ini, kita bisa menghabiskan waktu lebih dari 7 jam di depan handphone, dan tidak peduli usia nya udah berapa, dari anak kecil yang belum sekolah hingga sudah lanjut usia.

Aplikasi seperti facebook, instagram, whatsup sudah menjadi kebutuhan sehari-hari untuk kita yang hidup di era serba digital.

Jika perusahaan anda tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, maka dipastikan telah memenuhi syarat kebangkrutan perusahaan di masa depan. Jadi, perusahaan anda harus memiliki Social Media seperti facebook, twitter, instagram,... dan harus memiliki Website agar bisa diakses oleh siapapun sehingga perusahaan anda bisa terindex/terdaftar di Google.

Penyebaran informasi sekarang ini berbasis pada sistem digital. banyak manfaat dan keuntungan yang bisa didapatkan dari penggunaan sistem digital, diantaranya penghematan biaya operasional marketing, serta jangkauan pemasarannya sangat luas, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. artinya sekalipun perusahaan ada di jakarta dan jam operasional nya hanya sampai jam 5 sore, maka dengan adanya penggunaan sistem digital, orang yang berada di manapun dan kapanpun bisa mengetahui informasi tentang perusahaan anda. Maka dipastikan dari segi profit/keuntungan, lebih meningkat jika di bandingkan dengan menggunakan sistem bisnis konvensional. 

 

 2. Banyak Karyawan yang berumur 40 tahun keatas


ini adalah warning kedua jika banyak karyawan yang berumur diatas 40 tahun dan tidak terlalu paham perkembangan teknologi. Jaman sekarang adalah jaman milenial dimana range umur antara kelahiran di tahun 1980 hingga 2000 an. umur  milenial adalah umur yang sangat produktif, semangat kerja tinggi apalagi dibarengi dengan penguasaan teknologi sehingga bisa menciptakan inovasi terbaru.

Jika umur karyawan rata-rata berusia diatas 40 tahun, tidak melek teknologi serta malas beradaptasi dengan perkembangan teknologi, maka perusahaan anda telah memenuhi syarat kebangkrutan.

Jadi solusinya adalah perusahaan anda harus memiliki mayoritas karyawan yang usianya diatas 17 tahun sampai 38 tahun karena pada range umur tersebut, rata-rata sudah memahami ilmu dasar dan cara menggunakan teknologi. 

 

3. Perusahaan Tidak Berani Merombak Sistem Organisasinya untuk Diisi oleh Usia Milenial


Jika hanya terikat oleh prinsip senioritas karena alasan lebih paham perusahaan melebihi karyawan yang masih muda, maka perusahaan anda telah memenuhi syarat kebangkrutan perusahaan dimasa depan.

Kenapa ?

karena untuk kebutuhan pengembangan bisnis perusahaan, rata-rata bergerak lambat untuk jaman serba teknologi sekarang ini. karena mereka bekerja berdasarkan ilmu yang mereka miliki yang notabene memiliki ilmu jadul alias masih menggunakan sistem bisnis konvensional.          

Solusinya, Tempatkan karyawan yang berusia milenial karena mereka telah menguasai konsep pengetahuan dan perkembangan teknologi modern, maka dipastikan perusahaan anda akan selamat dari kebangkrutan.

 

Memang 3 poin diatas tidak mutlak menjadi syarat kebangkrutan suatu perusahaan, tapi paling tidak bisa menjadi parameter untuk menilai suatu perusahaan apakah bisa bertahan di dunia yang serba maju sekarang.

Komentar Blog


Form Komentar