17 Tips Aman Belanja Online Selama Pandemi Corona


06 May 2020 | Admin | Share :      


17 Tips Aman Belanja Online Selama Pandemi Corona

Tips Aman Belanja Online Selama Pandemi Corona


Selama pandemi virus corona, tren belanja online semakin meningkat, hal ini karena diberlakukannya social distancing, work from home dan study from home oleh pemerintah, untuk mengurangi dampak penyebaran virus corona. 

Dengan adanya kasus heboh kebocoran data pengguna tokopedia, maka dibutuhkan pengetahuan untuk aman berbelanja di situs belanja online. Berikut beberapa tips aman berbelanja melalui situs belanja online


1. Pilih Situs Belanja Online Terpercaya

Saat melakukan pembelian di situs belanja online, pilih situs belanja online yang terpercaya. Situs belanja online terpercaya biasanya sudah dilengkapi metode perlindungan yang terjamin keamanannya.


2. Lakukan Survei Antar Seller

Lakukan survei perbandingan antar seller untuk mendapatkan harga terbaik. Cek harga total. Harga total mencakup harga barang, ongkos bungkus, dan ongkos kirim.


3. Beli Sesuai Kebutuhan

Sebelum membeli secara online, kita harus tahu apa kebutuhan kita. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Putuskan apakah Anda benar-benar membutuhkan barang yang akan dibeli. Jika mengikuti keinginan, akan banyak barang yang akan dibeli, padahal anggaran belum tentu memadai. Jangan terlalu sering mencari barang di situs belanja online agar tidak tergoda untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan.


4. Pastikan Gadget yang Digunakan Sudah Aman

Pastikan gadget yang digunakan sudah aman. Banyak kejahatan yang terjadi di dunia maya tempat transaksi online terjadi. Pasang antivirus, anti-spyware, atau firewall agar gadget terlindung dari cyber crime yang bisa sangat merugikan.

Cek keamanan situs web dengan mencari info-info web mana saja yang aman dan mana yang tidak aman. Jangan langsung tertarik dengan online shop yang memiliki banyak pengikut tapi jumlahnya tidak sebanding dengan testimoni.

Pastikan testimoni yang disediakan adalah testimoni mereka sendiri bukan testimoni toko lain. Karena ada beberapa e-commerce dan toko online yang membuat testimoni dan review palsu atau hasil rekayasa di media sosial dan forum mereka.


5. Pilih Seller dengan Reputasi Baik

Pilih seller dengan reputasi terbaik. Meski sudah berselancar di situs belanja online terpercaya, ada baiknya memilih seller yang terpercaya. Saat ini, kebanyakan situs belanja online sudah menggunakan sistem reputasi untuk sellernya, jadi pastikan Anda membeli dari seller yang memiliki reputasi tinggi.

Cermati seller yang sudah terpercaya yang menampilkan foto barangnya dengan jelas dan bukan foto hasil curian untuk mencegah terjadinya penipuan. Lihat juga testimoni atau review dan rating (biasanya dengan logo bintang) dari konsumen. Ciri situs belanja terpercaya adalah direkomendasikan oleh banyak orang dan review konsumen positif.


6. Teliti Membaca Deskripsi Produk

Teliti membaca deskripsi produk. Belanja online tentu membuat konsumen tidak dapat melihat langsung kondisi fisik barang yang diincar. Baca deskripsi soal kualitas, kuantitas, bahan, warna, ukuran dan lain-lain. Jika tidak teliti membaca, nantinya bisa kecewa karena salah beli barang.


7. Perhatikan Syarat dan Ketentuan yang Berlaku

Perhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Masing-masing situs belanja online memiliki syarat dan ketentuan dalam menyediakan layanannya.


8. Lihat Kebijakan Situs Belanja Online terhadap Data Pribadi

Jangan sampai ada poin yang menyebutkan bahwa pengelola situs web tersebut boleh memberikan data pribadi konsumen ke pihak lain. Pastikan Anda sudah membaca dan memahaminya sebelum bertransaksi. Situs-situs tersebut akan memberikan layanannya secara maksimal apabila Anda ikut memahami aturan yang berlaku. Cermati standar, informasi label/petunjuk penggunaan, layanan purna jual, identitas pelaku usaha, kontak layanan pengaduan konsumen, termasuk kebijakan tentang data diri dan lain sebagainya.


10. Baca Kebijakan Pengembalian Barang

Jangan lupa, baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, harus ada garansi jika barang yang diterima ternyata cacat. 


11. Gunakan Rekening Bersama

Gunakan rekening bersama khususnya untuk marketplace. Dengan sistem ini pembayaran tidak akan langsung ke seller, namun ke rekening marketplace. Tujuannya adalah menghindari penipuan. Jika barang belum sampai ke pembeli sesuai deskripsi, seller tidak akan menerima pembayaran. Seller baru bisa mendapatkan uangnya, ketika pembeli sudah mengkonfirmasi keberhasilan dari transaksi yang dilakukan. Kalau seller nakal, maka uang akan kembali kepada pembeli.
Hati-hati juga dalam memilih dan menggunakan sistem pembayaran (cash on delivery, transfer, kartu kredit, e-money).


12. Hati-hati dengan Social Engineering

Jenis penipuan yang paling banyak saat belanja online adalah rekayasa sosial atau social engineering. Para pelaku mengontak korban dengan mengaku sebagai karyawan situs belanja online, mengajak pembeli transaksi di luar situs atau meminta data rahasia seperti PIN password dan kode OTP.


13. Hindari Membeli Barang dari Luar Negeri

Hindari membeli dari luar negeri akrena selain faktor keamanan, nantinya akan sulit untuk melakukan komplain jika tidak puas terhadap barang yang dibeli. Utamakan membeli produk lokal berstandar nasional.

Dengan membeli produk lokal di era ekonomi digital yang begitu terbuka ini, kita sebagai konsumen setidaknya memberikan beberapa kontribusi positif untuk negara kita sendiri. Membeli produk-produk dalam negeri dapat membantu UMKM.


14. Jangan Simpan Informasi Kartu Kredit di Toko Online

Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan informasi kartu kredit oleh orang lain, misalnya untuk berbelanja tanpa sepengetahuan kita. Jika muncul pertanyaan apakah ingin informasi kartu kredit "diingat" atau disimpan secara otomatis untuk memudahkan pembelian di kemudian hari, pastikan untuk mengklik "tidak". Selain itu, jangan lupa untuk log out dari situs tersebut setelah bertransaksi untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


15. Simpan Bukti Transaksi

Setelah belanja online, jangan lupa menyimpan bukti transaksi, sewaktu-waktu ada komplain atas barang yang dibeli. Jika perlu, simpan juga semua informasi detail terkait transaksi barang yang sudah dibeli, termasuk deskripsi produk dan harga, atau struk ATM bukti transfer ke pembayaran.

Setelah menerima dan menggunakan barang yang dibeli, jangan lupa mengisi kolom komen/review sebagai feedback untuk seller dan acuan untuk konsumen lain.


16. Terima Barang Tanpa Kontak dengan Pengirim

Lakukan protokol menerima belanja online saat barang sampai yakni: (a). terima paket tanpa kontak dengan pengirim paket; (b) buka paket di luar rumah; (c) buang bungkus paket ke tempat sampah yang aman; (d) semprot barang non makanan dengan cairan disinfektan dan (e) segera cuci tangan.


17. Adukan Masalah Transaksi yang Tidak Sesuai

Apabila ada masalah dalam transaksi barang dan jasa, konsumen dapat membuat pengaduan langsung ke pelaku usaha. Beberapa seller sudah memiliki bagian khusus yang menangani pengaduan konsumen, sebagaian di antaranya bahkan ada yang sampai memberi garansi time respons dari sebuah pengaduan konsumen.

Pengaduan ke seller penting dilakukan konsumen terlebih dahulu, karena dalam banyak kasus sengketa yang timbul antara konsumen dengan seller berawal dari buruknya komunikasi antara konsumen dan seller, termasuk minimnya pemahaman konsumen tentang produk yang dikonsumsi.

Jika ternyata tidak ditanggapi oleh pelaku usaha, konsumen dapat mengadukan kepada lembaga-lembaga perlindungan konsumen yang ada. Seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, Badan Perlindungan Konsumen Nasional, atau Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat. Konsumen dapat juga dengan mengadu ke Kementerian Perdagangan ke nomor WA 085311111010 dan email: pengaduan.konsumen@kemendag.go.id, website: siswaspk.kemendag.go.id.

Artikel "Tips Aman Belanja Online Selama Pandemi Corona" ini, disadur dari detik.com

 

https://www.youtube.com/watch?v=ugNj2wyiIZ8

Komentar Blog


Form Komentar