Ternyata Teknologi Black Box Pesawat Masih Jadul


30 January 2021 | Admin | Share :      


Ternyata Teknologi Black Box Pesawat Masih Jadul

KOTAK HITAM

Kotak hitam (black box) adalah alat yang sangat penting untuk pesawat terbang saat terjadinya kecelekaan pesawat.

Alat ini berfungsi untuk menyimpan percakapan yang terjadi antara pilot kepada krunya atau menara pengawas. black box juga bisa menyimpan berbagai informasi dari banyak sensor di pesawat terkait masalah yang bisa jadi penyebab kecelakaan. informasi yang terekam akan dijadikan petunjuk oleh pihak berwenang untuk mengungkap misteri penyebab kecelakaan

Black Box terdiri dari dua bagian, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (VCR). FDR bertugas menyimpan parameter penerbangan selama 25 jam sebelum ditimpa rekaman yang baru. Informasi tersebut meliputi kecepatan, ketinggian, waktu, hingga arah pesawat. VCR menyimpan percakapan antara pilot kepada krunya atau menara pengawas, Periode rekamannya selama dua jam, dan setelahnya ia akan terus merekam ulang dengan sendirinya dan menimpa data sebelumnya

Tapi ternyata, teknologi black box sudah ketinggalan zaman ditengah pesatnya perkembangan teknologi sekarang. black box pertama kali digunakan pada tahun 1950an. penemunya adalah Dr. David Warren dari Australia. 

Prototipe pertama black box dibuat pada 1956 dengan nama ARL Flight Memori Unit. Butuh sekitar 5 tahun bagi Warren hingga perangkat buatannya dianggap penting oleh dunia penerbangan. Black box terbaru telah menggunakan memori jenis solid-state sebagai media penyimpanannya. Adapun kapasitas penyimpanannya bisa menampung sampai 700 parameter data penerbangan

standar keamanan juga yang harus dimiliki black box, yaitu tahan api, tahan air, dan mampu menahan tekanan hingga di kedalaman 6.000 meter di bawah permukaan laut.

 

Kenapa ketinggalan zaman ?

Ketika jatuh ke dalam air, black box akan mengirimkan getaran. Tapi, alat pelacaknya itu memiliki baterai yang hanya tahan sampai 30 hari. Contoh kasusnya terjadi pada kasus kecelakaan Air France pada 2009. Petugas pencarian butuh waktu sampai dua tahun untuk menemukan black box

 

Kenapa tidak menggunkanan teknologi GPS ?

Muncul ide bahwa mengirim data rekaman di kokpit serta informasi penerbangan ke satelit dan disimpan di media penyimpanan miliknya. Perangkat ini butuh bandwidth super besar untuk mengirimkan informasi secara realtime dan butuh kapasitas yang besar untuk menyimpan data. Maka Pihak maskapai penerbangan harus menambahkan komponen-komponen tertentu di seluruh armadanya, memesan satelit, dan mengamankan penyimpanan data.

Bandwidth data menggunakan satelit sangat mahal. Biayanya sekitar USD 1 per kilobyte, dengan potensi terus meningkat seiring waktu berjalan. Faktor penghalangnya adalah uang. 

"Seperti semua hal, kalian tahu uang akan selalu jadi masalah," ucap Brickhouse, dari Popular Science.

Komentar Blog


Form Komentar