Apakah Pesawat Listrik Bisa menjadi Pesawat Masa Depan


30 January 2021 | Admin | Share :      


Apakah Pesawat Listrik Bisa menjadi Pesawat Masa Depan

Pesawat Listrik & Mobil Listrik

 

Teknologi yang berkembang di dunia sekarang ini telah bergeser ke sistem digital. Begitupun untuk bahan bakar kendaraan di masa depan, yaitu penggunaan minyak bumi akan beralih ke listrik. Kendaraan darat seperti mobil, telah banyak di bahas di channel youtube yang besar, seperti channel raffi ahmad, andre taulany dan masih bayak lagi dan bahkan sempat menjadi viral di sosial media youtube. Nah, pergesaran ini tentu cepat atau lambat akan ikut mempengaruhi pola hidup manusia modern, dimana kehidupan sekarang ini serba cepat dan instan.

 

Nah, tren kendaraan berbasis listrik tidak hanya di monopoli oleh kendaraan di darat seperti mobil dan motor aja. Ternyata kendaraan di udara seperti pesawat pun, tidak mau ketinggalan. Sebuah perusahaan start up di Israel, Eviation, mengembangkan pesawat listrik komersil pertamanya, Alice. Alice pertama kali tampil di ajang Paris Air Show tahun 2019. Pesawat listrik ini rencananya akan terbang perdana tahun ini (2021) dan dijual ke pasar mulai 2022.

 

Pesawat listrik Alice mampu membawa sembilan penumpang dan dua awak. Pesawat listrik ini bisa menempuh jarak 1.000 km, dengan top speed (kecepatan maksimum) 240 knot (445 km/jam) dalam satu kali pengisian baterai. Dikutip dari Bussines Insider.

 

Secara desain, badan pesawat listrik Alice dibuat dari bahan yang ringan, dengan tiga baling-baling di kedua sayap dan di di buntut. Alice menggendong baterai lithium-ion yang sangat besar dengan berat 3,6 metrik ton atau setara 3.600 kg.

 

Armada pesawat listrik seperti Alice diklaim bisa menurunkan harga tiket pesawat antara 40% hingga 80%. Itu karena pesawat listrik tidak membutuhkan biaya sebanyak biaya pengoperasian pesawat konvensional. Hitungan kasarnya, pesawat listrik hanya butuh biaya USD 200 (Rp 2,8 juta) per jam penerbangan untuk beroperasi. Sementara untuk pesawat turboprop bisa menghabiskan biaya antara USD 1.200 (Rp 16,9 juta) hingga USD 2.000 (Rp 28,2 juta) per jam penerbangan.

 

Co founder dan CEO Eviation Aircraft, Omer Bar-Yohay, memperkirakan pesawat Alice akan disertifikasi pada tahun 2022. Maskapai penerbangan Cape Air yang berbasis di AS telah memutuskan membeli pesawat ini dengan harga USD 4 juta (Rp 56,4 miliar) per pesawat.

 

Maskapai tersebut berencana menggunakan pesawat listrik Alice untuk melayani rute regional dari Boston ke Nantucket, Martha's Vineyard, hingga ke New Hampshire dan New York.

Komentar Blog


Form Komentar